Ayat Ayat Perang di Al Qur’an sering dijadikan
Alat pembenar para Misionaris dan Para penghujat untuk Menghujat islam,
Allah Swt dan nabi Muhammad Saw, dan ejekan mereka Muslim maupun
Muslimah. Bahkan diantara mereka memberikan label terhadap ayat ayat
tersebut dengan label AYAT AYAT JAHAT di Al Qur’an.
Untuk
menjawab hujatan tersebut maka cara cara pendekatan yang mengutamakan
Obyektifitas,memperhatikan Konteks ayat tersebut dan juga perbandingan
dengan Ayat ayat yang terdapat pada Kitab suci mereka serta perbandingan
dengan melihat fakta fakta sejarah.
I.Berdasarkan Fakta sejarah tak terbantahkan bahwa masa Kenabian Muhammad saw mengalami 2 Fase
yaitu fase MAKKAH dan MADINAH,dan kalau kita mencermati lebih dalam
lagim kedua Fase tersebut juga secara Posisi sangat berbeda,yaitu fase
pertama pada masa Kenabian sebagai masyarakat sipil Biasa (periode Makkah) dan Fase kedua setelah terbentuknya masyarakat Berdaulat (NEGARA).
Dan
Nabi lain yang mengalami 2 fase Kenabian ini adalah Musa As,yaitu Fase
saat di Mesir sebagai masyarakat sipil Biasa dan fase di tanah
perjanjian terbentuknya masyarakat Berdaulat (NEGARA)
Dan
ayat ayat Al Qur’an yang berisi Perintah perang semua diturunkan pada
MASA KEDUA,yaitu di Madinah setelah terbentuknya masyarakat Berdaulat
(NEGARA).
Kalau
perintah perang pada saat masyarakat tersebut sudah berdaulat merupakan
sebuah tindakan yang bertentangan seluruh hati Nurani manusia ,maka
apakah mereka tidak melihat
Tentang FAKTA tak
terbantahkan ,bahwa setiap Negara negara yang berdaulat pasti memiliki
‘angkatan perang/bersenjata’,yang mereka dipersiapkan untuk sewaktu
waktu bisa berperang menghadapi Musuh.
Atau
Bukti tak terbantahkan bahwa setiap negara memiliki Angkatan perang/
bersenjata ada bukti tak terbantahkan bahwa sesungguhnya hal yang mereka
persoalkan tidak bertentangan dengan hati nurani Manusia tetapi justru
sesuai hati Nurani manusia.
II.
sekarang kita perhatikan ayat ayat yang sering mereka persoalkan ,
untuk menjawab secara ringkas akan saya ringkas (kelompokan) ayat-ayat
yang disampaikannya